Apa Itu Firewall dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Istilah 'firewall' pertama kali diterapkan pada teknologi jaringan pada 1980-an, ketika Internet masih cukup baru dalam hal konektivitas antar jaringan.

Sebelum firewall, ada sebuah teknologi keamanan bernama ACL (Access Control List). ACL digunakan untuk tujuan keamanan suatu jaringan. Ia berada di router dan menentukan apakah akses jaringan harus diberikan untuk ditolak ke alamat IP tertentu.

Namun, tak berselang lama teknologi ACL mulai ditinggalkan. Karna, ACL tidak dapat menganalisis sifat paket yang diblokir dan tidak cukup kuat untuk mencegah ancaman yang datang dari luar jaringan (dari pihak ketiga).

Dan, untuk mengatasi hal tersebut diciptakanlah sebuah teknologi keamanan lanjutan bernama "Firewall".

Bagi kamu yang ingin mengenal "firewall lebih jauh kamu dapat membaca artikel ini sampai selesai. Karena pada artikel ini 'kami' akan menjelaskan tentang apa itu firewall, bentuk firewall, cara kerjanya, dan apa manfaat penggunaan firewall.

Apa Itu Firewall? 

Firewall adalah sistem keamanan jaringan yang dirancang untuk mencegah/memblokir akses suatu Host ke sebuah jaringan (termasuk internet). 

Dengan kata lain, firewall mencegah pengguna internet (Host) yang tidak sah untuk mengakses jaringan pribadi yang terhubung ke internet.

Sebuah firewall tidak harus terdiri dari suatu perangkat/program yang berdiri sendiri, tapi server atau router yang saling terintegrasi dengan perangkat lunak firewall dapat menyediakan fitur keamanan yang sama. (Seseorang dapat menanamkan firewall dalam bentuk perangkat lunak ataupun perangkat keras, atau bisa juga kombinasi keduanya).

Cara Kerja Firewall

Firewall menganalisis setiap paket data yang masuk atau keluar dari suatu jaringan atau komputer host. 

Berdasarkan aturan keamanan yang disetting sebelumnya, firewall dapat melakukan berbagai tindakan terhadap paket data tersebut, seperti :
> Terima: Paket data diterima dan memungkinkan adanya pertukaran data.

> Tolak: Memblokir paket data yang masuk dan mengirimkan pesan "terjadi kesalahan atau tidak dapat dijangkau" ke sumbernya (ke komputer yang meminta akses).

> Blok: memblokir paket data yang masuk dan tanpa mengirim balasan. 

Contoh Cara Kerja Firewall:


Perusahaan A bergerak dibidang IT dan menggunakan lebih dari 5000 perangkat komputer. Dan setiap komputer-komputer tersebut terhubung dengan sebuah jaringan internal milik perusahaan.

Selain menggunakan koneksi jaringan privat perusahaan, tentu saja komputer-komputer tersebut perlu terhubung dengan internet. Dan disinilah peran firewall.

Perusahaan akan membangun sebuah jaringan khusus yang menghubungkan komputer-komputer tersebut dengan Internet (Anggap aja namanya Jaringan AW).

Dan, guna mencegah digunakanya jaringan AW sebagai pintu masuk peretas, maka perusahaan menempatkan firewall pada jaringan tersebut(Jaringan AW). 

Tanpa adanya Firewall pada Jaringan AW, maka 5000 komputer milik perusahaan yang terhubung dengan internet akan menjadi rentan terhadap serangan peretas. 

Bentuk-bentuk firewall

Secara garis besar, firewall dapat dibagi menjadi dua bentuk. Yakni : firewall host dan firewall jaringan. Meskipun keduanya memainkan peran penting dalam hal keamanan data, namun masing-masing jenis firewall tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

Firewall Host

Firewall jenis ini ditempatkan langsung di komputer untuk mengontrol paket data yang masuk dan keluar dari server jaringan. Firewall Host dapat berupa layanan atau program yang berjalan latar belakang sebagai bagian dari aplikasi pendukung atau sistem operasi. 

Firewall jaringan 

Firewall berbasis jaringan ditempatkan di LAN, WAN, dan Intranet (Jaringan lokal). Firewall jaringan menyaring lalu lintas antar dua atau lebih jaringan. 

Firewall jenis ini dapat berupa tools komputer berbasis perangkat keras atau perangkat lunak yang berjalan pada komputer untuk keperluan umum (komputer publik atau komputer yang diakses oleh banyak orang). 

Manfaat Firewall 

Koneksi jaringan yang selalu aktif adalah titik masuk bagi para peretas yang ingin mengakses jaringan/komputer pribadi. Penggunaan firewall, bersama dengan alat antivirus akan memperkuat keamanan perangkat/jaringan pribadi.

Mereka akan mendeteksi virus, Trojan, keylogger, worm, dan spyware, dan menjauhkan peretas dari perangkat/jaringan pribadi. 

Selain memblokir lalu lintas berbahaya, firewall juga dapat menyediakan beberapa fungsi tambahan untuk jaringan internet. Misalnya dapat bertindak sebagai server DHCP atau VPN untuk jaringan yang kamu miliki.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, firewall juga terus berevolusi menjadi lebih canggih lagi. 

Dan dengan semakin berkembangnya teknologi Ai (Artificial intelligence) kemungkinan kerja firewall akan semakin berat, karena ia harus menghadapi serangan peretas yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Nah Itu Dia Istilah Firewall beserta cara kerjanya,semoga bermanfaat sampai jumpa di next artikel_^

Share&Visit

Mau donasi lewat mana?

Traktir Kopi
0895320091720
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas
See Also :